Selasa, 07 Desember 2010

Tugas Etika Bisnis: Bisnis Sebuah Etika

Bisnis dan Etika adalah dua hal yang berdampingan, karena bisnis memerlukan etika dalam menjalaninya sebagai aturan-aturan atau norma-norma yang berlaku dalam perekonomian. Namun etika bisa menjadi sesuatu yang bertentangan dalam bisnis karena menjadikan pebisnis tidak bisa melakukan hal yang lebih dalam berbisnis dan menjadikan persaingan bisnis yang kuat.
 

Bisnis, bisa menjadi sebuah profesi etis, bila : 
a. Ditunjang oleh  sistem politik ekonomi yang kondusif
  - aturan yang jelas dan fair
  - kepastian keberlakuan aturan tersebut
  - aturan hukum yg mengatur kegiatan bisnis
  - sistem pemerintahan yang adil dan efektif
b. Prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik

1. Etika Terapan
Secara umum Etika dibagi menjadi :
a. Etika Umum
b. Etika Khusus
Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Etika sebagai Refleksi adalah pemikiran moral.
Etika sebagai refleksi krisis rasional meneropongi dan merefleksi kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada norma dan nilai moral yang ada di satu pihak dan situasi khusus dari bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan setiap orang atau kelompok orang dalam suatu masyarakat.
Dalam etika sebagai refleksi kita berfikir tentang apa yang dilakukan  dari khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Etika sebagai refleksi menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang. Etika dalam arti ini dapat dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah.
Etika Khusus
Etika Khusus dibagi menjadi 3 :
a. Etika Individual
b. Etika Sosial
c. Etika Lingkungan hidup
Etika Individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya.
Etika individual dan etika sosial berkaitan erat satu sama lain. Karena kewajiban seseorang terhadap dirinya berkaitan langsung dan dalam banyak hal mempengaruhi pula kewajibannya terhadap orang lain, dan demikian pula sebaliknya.
Etika Lingkungan Hidup, berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan.
Etika Lingkungan dapat berupa:
·   cabang dari etika sosial, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan manusia yang berdampak pada lingkungan) 
·    Berdiri sendiri, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan lingkungannya 
2. Etika Profesi  
a. Pengertian Profesi 
Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. 
Orang Profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Atau 
Orang yang profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk pekerjan tersebut 
   b. Ciri-ciri Profesi
·  Adanya keahlian dan ketrampilan khusus
·  Adanya komitmen moral yang tinggi 
·  Biasanya orang yang profesional adalah orang yang hidup dari profesinya
·  Pengabdian kepada masyarakat
·  Pada profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi tersebut.
·  Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi
 Adanya komitmen moral yang tinggi
Komitmen moral ini biasanya dituangkan, khususnya untuk profesi yang luhur dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan: 
Aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut biasanya disebut Kode Etik. 
Ada 2 sasaran pokok dari kode etik, yaitu :
- kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian entah secara sengaja atau tidak sengaja dari kaum profesional
- kode etik bertujuan melindungi keluhuran profesi tersebut dari perilaku-perilaku bobrok orang- orang tertentu yang mengaku diri profesional
Biasanya orang yang profesional adalah orang yang hidup dari profesinya
- ini berarti ia hidup sepenuhnya dari profesi ini
- Ini berarti profesinya telah membentuk identitas orang tersebut. Ia tidak bisa lagi dipisahkan dari profesi itu, berarti ia menjadi dirinya berkat dan melalui profesinya

Pengabdian kepada masyarakat
  Adanya komitmen moral yang tertuang dalam kode etik profesi ataupun sumpah jabatan menyiratkan bahwa orang-orang yang mengemban profesi tertentu, khususnya profesi luhur, lebih mendahulukan dan mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadinya.

Profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi tersebut
   Keberadaan izin khusus, karena menyangkut kepentingan orang banyak, dan terkait dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup, kesehatan dan sebagainya.
   Izin khusus bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pelaksanaan profesi yang tidak becus.  Atau izin merupakan bentuk perlindungan awal atas kepentingan masyarakat
   Izin juga sesungguhnya merupakan tanda bahwa orang tersebut mempunyai keahlian, ketrampilan Dan komitmen moral yang diandalkan dan dapat dipercaya
   Wujud dari izin, bisa berbentuk surat izin, sumpah, kaul, atau pengukuhan resmi di depan umum. Yang berhak memberi izin adalah negara sebagai penjamin tertinggi kepentingan masyarakat.

Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi
  Contoh : IDI, IAI
  Tujuan organisasi profesi ini terutama adalah untuk menjaga dan melindungi keluhuran profesi tsb.
   Tugas Pokoknya adalah menjaga agar standar keahlian dan ketrampilan tidak dilanggar, kode etik tidak dilanggar, dan berarti menjaga agar kepentingan masyarakat tidak dirugikan oleh pelaksanaan profesi tersebut oleh anggota manapun

c. Prinsip-prinsip Etika Profesi
  * Prinsip Tanggung Jawab
  * Prinsip Keadilan
  * Prinsip Otonomi
  * Prinsip Integritas Moral
Prinsip tanggung jawab:
-  Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan terhadap hasilnya
-  Bertanggung jawab atas dampak profesinya ini terhadap kehidupan orang lain, khususnya kepentingan orang-orang yang dilayani.
Bentuk : mengganti kerugian, pengakuan jujur dan tulus secara moral sebagai telah melakukan kesalahan, mundur dari jabatan dan sebagainya.
  
Prinsip-prinsip etika profesi
·    Prinsip Keadilan
     Prinsip ini terutama menuntut orang yang profesional agar dalam menjalankan profesinya ia tidak merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu, khususnya orang-orang yang dilayani dalam rangka profesinya 
·   Prinsip Otonomi
     Prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional terhadap dunia luar agar mereka diberi kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya. Karena hanya kaum profesional ahli dan terampil dalam bidang profesinya, tidak boleh ada pihak luar yang ikut campur tangan dalam pelaksanaan profesi tersebut
·    Prinsip Otonomi
     Batas-batas prinsip otonomi :
     •  Tanggung jawab dan komitmen profesional (keahlian dan moral) atas kemajuan profesi tersebut serta (dampaknya pada) kepentingan masyarakat
     •  Kendati pemerintah di tempat pertama menghargai otonomi kaum profesional, pemerintah tetap menjaga, dan pada waktunya malah ikut campur tangan, agar pelaksanaan profesi tertentu tidak sampai merugikan kepentingan umum
·    Prinsip etika profesi
  Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini merupakan tuntutan kaum profesional atas dirinya sendiri bahwa dalam menjalankan tugas profesinya ia tidak akan sampai merusak nama baiknya serta citra dan martabat profesinya.

3.  Menuju Bisnis sebagai Profesi Luhur
Sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kedati kata profesi, profesional dan profesionalisme sering begitu diobral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun dipihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya  sebagai sebuah profesi. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan  yang tinggi tapi punya komitmen moral yang mendalam. Karena itu, bukan tidak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.

Prinsip-prinsip Etika Bisnis yang ditulis oleh Dr Philip E. Humbert, penulis, pembicara dan pelatih yang sukses, yaitu

Prinsip-prinsip Etika Bisnis:
1.    Etika Bisnis yang dibangun pada Personal Etika. Tidak ada pemisahan yang nyata antara melakukan apa yang benar dan bermain adil di bisnis.
2.    Etika Bisnis didasarkan pada Keadilan. 
3.    Etika Bisnis memerlukan Integritas. Integritas merujuk pada seluruh kehandalan dan konsistensi. 
4.    Etika Bisnis memerlukan Kebenaran. 
5.    Etika Bisnis memerlukan Ketergantungan. Etika bisnis dapat diandalkan dan tersedia untuk memecahkan masalah, menjawab pertanyaan dan memberikan dukungan. 
6.    Etika Bisnis memerlukan Rencana Bisnis. Etika bisnis tidak terjadi dalam ruang hampa. Rencana perusahaan lebih jelas untuk pertumbuhan, stabilitas, keuntungan dan pelayanan, semakin kuat komitmennya untuk praktik bisnis yang etis. 
7.    Etika Bisnis menerapkan internal dan eksternal. Ruang lingkup yang bersifat universal. 
8.    Etika Bisnis memerlukan sebuah Laba.  Etika bisnis yang dijalankan dengan baik, yang dikelola dengan baik, memiliki kontrol internal yang efektif, dan harapan yang jelas pada  pertumbuhan. 
9.    Etika Bisnis adalah berbasis nilai. Etika adalah tentang nilai, cita-cita dan aspirasi.
10.  Etika Bisnis berasal dari Pimpinan atau CEO. Etika bisnis dimulai di bagian atas.

Sumber: 1. DR. A. Sonny Keraf. 2006. Etika Bisnis. Yogyakarta : Kanisius.
                2. ezinearticles.com/?Top-10-Principles-for-Positive-Business-Ethics

Tidak ada komentar:

Posting Komentar