TUGAS ETIKA BISNIS

Teori Etika Bisnis
1. Pengertian Etika
Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat. Etika membutuhkan evaluasi kritis atas semua dan seluruh situasi yang terkait.
a. Tiga norma umum yaitu:
- Norma sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusia, seperti menyangkut sikap dan perilaku seperti bertamu, makan dan minum, duduk, dan lain-lain.
- Norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
- Norma Moral adalah aturan mengenai sikap dan perilaku manusia seebagai manusia, norma yang menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.
b. Dua teori etika yaitu:
- Etika deontologi adalah etika yang menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik, menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat dari pelaku. Dengan kata lain, tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Menurut Immanuel Kant (1734-1804)kemauan baik harus dinilai baik pada dirinya sendiri terlepas dari apapun juga. Kemauan baik adalah syarat mutlak untuk bertindak secara moral.
- Etika Teleologi adalah etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Persoalan yang muncul sehubungan dengan etika teleologi adalah bagaimana menilai tujuan atau akibat baik dari suatu tindakan. Dua aliran tleologi, yaitu
* egoisme etis: bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya sendiri.Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
* utilitarisme: Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

2. Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
a. Prinsip Otonomi
Sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan berindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggap baik untuk dilakukan. Untuk bertindak secara otonom, diandaikan ada kebebasan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keputusan yang menurutnya baik. Dalam etika, kebebasan adalah prasyarat utama untuk bertindak secara etis. Orang yang otonom adalah orang yang tidak saja sadar akan kewajibannya dan bebas mengambil keputusan
b. Prinsip Kejujuran
Bisnis tidak bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan pada prinsip kejujuran. Semua pihak (pelaku bisnis) secara a priori saling percaya satu sama lain, dalam membuat perjanjian dan kontrak.

Sumber: DR. A. Sony Keraf, ETIKA BISNIS


ARTIKEL TULISAN ETIKA BISNIS

Bisnis Franchise
Franchise atau disebut dengan waralaba adalah pendistribusian barang atau jasa, dimana pemilik perusahaan (atau merk) memberikan hak kepada setiap individu untuk melaksanakan perdagangan dengan nama merk, barang dan pelayanan yang sama.
Biasanya merk franchise yang digunakan adalah merk yang sudah dikenal oleh masyarakat.
Farnchise terdiri dari beberapa bidang antara lain makanan, retail mini outlet, dan pendidikan.
Waralaba di Indonesia memiliki peraturan pemerintah PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba yang mendukung kepastian hukum sebagai berikut.
* Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
* Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
* Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
* Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
* Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Keuntungan yang diperoleh bisnis franchise adalah
1. Merk yang dikenal oleh masyarakat.
2. Sistem pemasaran yang mudah.
3. Pertumbuhan yang cepat dapat lebih layak bahkan dengan pengeluaran modal minimum.
4. Waralaba sebagian besar tergantung pada keberhasilan perusahaan induk.
5. Membeli perlengkapan pada biaya yang rendah, dan lain-lain.
Franchise atau waralaba memiliki aspek kelemahan seprti:
1. Membeli menjadi waralaba besar dan populer tentu mahal.
2. Di atas biaya waralaba asli, royalti dan persentase dari pendapatan usaha waralaba harus dibayarkan kepada pemilik waralaba setiap bulan.
3. Selalu ada kemungkinan bahwa konflik antara outlet own dari franchisor dan yang dimiliki oleh pewaralaba dapat terjadi, terutama jika mereka orang melayani area umum yang sama.
4. Tidak semua franchisor menawarkan tingkat yang sama bantuan dalam memulai bisnis dan kemudian berjalan dengan sukses.
5. Beberapa orang mungkin tidak bisa hidup dengan pengaturan untuk waktu yang lama karena pengekangan yang dipaksakan oleh franchisor mungkin terlalu membatasi untuk gaya pribadi mereka sendiri.

Sumber: id.wikipedia.org dan thebusinessmix.com